sejarah persandian atau kriptologi

Persandian memiliki sejarah yang panjang. Sejarah persandian dimulai dari penggunaan persandian oleh bangsa Mesir 4000 tahun yang lalu (berupa hieroglyph yang tidak standar pada piramid) hingga penggunaan kriptografi modern di abad 20 ini. Sejarah persandian sebagian besar merupakan sejarah persandian klasik, yaitu metode penyandian dengan menggunakan kertas dan pensil dan mungkin dengan bantuan alat mekanik sederhana. Diantaranya Skytale, Caesar cipher, piringan Alberti, dan sebagainya.

Cerita-cerita berikut ini adalah gambaran sejarah masa lalu terkait dengan pentingnya keamanan informasi dalam berbagai situasi kondisi. Informasi adalah aset sekaligus ancaman. Ia menjadi aset bila bermanfaat dan tersampaikan secara aman dan utuh, baik dalam bentuk maupun dalam makna. Ia menjadi ancaman jika jatuh ke pihak yang tidak berwenang, yang menjadikannya senjata untuk menjatuhkan,dimulai dari berkembangnya upaya pihak lawan memperoleh informasi yang dapat dijadikan senjata. Mulai dari teknik konvensional hingga implementasi teknologi canggih, yang digunakan untuk memperoleh informasi. Dan gerakan ini telah dimulai sejak perang di masa Romawi kuno, atau bahkan mungkin di masa-masa sebelumnya yang bertumpu pada perang fisik, hingga era ketika ancaman tidak lagi terbatas pada serangan fisik, tetapi telah berkembang ke arah perang digital.

PERSANDIAN KLASIK

1. Tattoo

Dalam "History of Herodotus" pada abad VI SM. Histiaeus menyampaikan berita dari istana Persia kepada menantunya Aristagoras di Melitus dengan cara menggundul kepala seorang budak yang setia, lalu berita ditulis (tattoo) di atas kulit kepala budak tersebut dan mengirim budak itu ke tempat tujuan setelah rambutnya cukup panjang menutupi tulisan. Si penerima berita menggundul budak itu untuk membacanya.

2. The Summerians

Sosialisasi Bangsa Sumeria mengembangkan “cuneiform” dan bangsa Mesir mengembangkan Hieroglyphic. Cuneiform ini merupakan tulisan paling tua dalam sejarah kehidupan umat manusia dan tidak dapat diartikan sampai dengan abad ke-19. Pertama kali ditemukan di Uruk, bentuknya seperti gambar yang melambangkan kata-kata dibuat dengan jarum dalam wadah yang berisi tanah liat basah. Bentuk yang ditemukan di Uruk inilah yang dikembangkan menjadi bentuk baru yang dinamakan ‘Cuneiform’. Cuneiform digunakan pada suku-suku kata yang tidak biasa untuk menyembunyikan rumusannya. Pictograms, atau lukisan yang melambangkan hal sebenarnya, merupakan dasar untuk cuneiform. Awalnya pictograms menyerupai benda yang mereka wakili, tetapi dengan penggunaan yang berulang akhirnya mereka dibuat dengan lebih sederhana, bahkan cenderung abstrak. Peristiwa inilah yang akhirnya mengawali ‘Cuneiform’, dan bisa menyampaikan bunyi atau konsep abstrak.

3. Hieroglyph

Sosialisasi Sejak tahun 3000-an SM bangsa Mesir telah 'menuliskan' (dalam bentuk gambar orang, hewan, tumbuhan, planimetrik [lingkaran, segitiga, segi empat, jajaran genjang, dan sebagainya]) mengenai sejarah bangsanya dan Pharaoh-Pharaoh di kuil-kuil dan piramida. Gambar-gambar tersebut mewakili tulisan-tulisan yang kemudian berhasil 'dibaca' (diartikan) oleh seorang arkeolog Perancis Jean Francois Champollion sehingga sejarah kuno Mesir dapat dikenal dengan cukup rinci.

4. Skytale Greek

Sosialisasi Dalam kriptografi, Skytale adalah sebuah alat yang digunakan untuk menampilkan sandi transposisi. Bangsa Yunani kuno dan Sparta menggunakan sandi ini untuk berkomunikasi selama kampanye militer. Alat tersebut digunakan untuk komunikasi antara komandan militer. Alat ini terdiri dari sebuah tongkat yang pada sekelilingnya dililitkan dengan gulungan sehelai perkamen atau kulit yang berisi pesan. Kata-kata pesan tersebut dituliskan sepanjang tongkat dengan satu huruf pada tiap bidang putaran. Saat gulungan tersebut dibuka, huruf-huruf pada pesan terlihat acak dan perkamennya dikirimkan. Penerima melilitkan perkamen pada tongkat lain dengan bentuk yang sama dan pesan aslinya tampil kembali

5. Julius Caesar (50-60 SM )

Sosialisasi Dalam kriptografi, sandi Caesar , juga dikenal dengan sandi geser, kode Caesar atau Caesar geser, adalah salah satu teknik penyandian yang paling sederhana dan dikenal luas. Ini adalah tipe sandi substitusi dimana setiap huruf pada teks terang diganti dengan sebuah huruf dengan posisi menurun pada alphabet. Dengan pergeseran sebanyak 3, A akan digantikan huruf D, B menjadi E, dan seterusnya. Sebagai contoh, kata bahasa Inggris COLD, setelah melalui substitusi Caesar menjadi FROG. Metode ini dinamakan setelah Julius Caesar, yang menggunakannya untuk berkomunikasi dengan jenderalnya. Caesar disebut-sebut sebagai orang pertama yang menggunakan enkripsi untuk mengamankan pesan. Caesar memutuskan bahwa pergeseran setiap huruf pada pesan menjadi standar algoritmanya, dan dia menginformasikan kepada semua jenderalnya tentang keputusannya, sehingga dia dapat mengirimkan kepada mereka pesan yang telah diamankan.

Sosialisasi6. Leon Alberti (1466 M)

Tahun 1460, Leon Battista Alberti (1404-1472), yang lebih dikenal sebagai arsitek Renaissans, menemukan sebuah alat yang berdasarkan piringan yang konsentris. Substitusinya adalah pergeseran relative dua alfabet yang ditentukan oleh rotasi relatif pada dua piringan.

7. Vigenere Cipher (1587M)

Sosialisasi Sistem sandi ini diusulkan oleh Blaise de Vigenere (1523-1596). Vigenere adalah salah satu bentuk kriptografi kuno. Sistem sandi ini telah digunakan dan dianggap sebagai sistem yang “secara praktis tidak dapat dipecahkan” pada akhir Perang Dunia I. Pada sistem sandi Vigenere, pesan dikodekan dengan memetakan huruf-huruf pada nilai numerik dan menambahkan nilai teks terang ke nilai kunci, di-modulo dengan jumlah huruf dalam alphabet. Dalam implementasi ini, A=0, Z=25, dan modulo adalah 26.

8. Cardan Grille (1500M)

 Pada tahun 1550, Girolamo Cardano (1501-1576) mengusulkan sebuah grid sederhana untuk menulis pesan tersembunyi. Dia ingin menyelubungi pesannya dalam sebuah surat biasa sehingga isi keseluruhannya sama sekali tidak terlihat seperti sandi. Grille biasanya terbuat dari sebuah kartu yang berlubang dengan lubang di tempat yang acak. Seseorang mengambil kartu dan menaruhnya di atas halaman teks yang mengandung pesan tersembunyi, hanya membaca huruf-huruf yang terlihat melalui lubang pada grille.


PERSANDIAN MODERN

1. Peristiwa Communication Program Unit (CPU) USA di Moskow

Pada era 1980-an perang komunikasi-sandi elektronik telah digelar oleh negara-negara adikuasa dan aditeknologi, dalam hal ini USA bersama sekutunya di satu pihak melawan Uni Soviet di pihak lain.

Communication Programs Unit (CPU) sebagai bagian dalam Perwakilan USA di Moscow melapisi seluruh dinding dan pintu tempat kerjanya dengan timah. Di dalam ruang tertutup itu dibuat lagi ruang sejenis, yang dipakai sebagai kamar sandi (code room) CIA (Central Intelligence Agency) tempat dilakukan proses enkripsi dan dekripsi informasi rahasia dan transmisi satelit secara spurt system, dengan kecepatan transmisi 9600 huruf per detik.

Mesin-mesin sandi elektronik dirancang oleh National Security Agency (NSA), Pusat Persandian USA. Sistem sandinya memakai prinsip one-time random key dan pengelolaan kuncinya (key management) memakai formula matematika yang canggih. Rangkaian kunci yang acak (random) dan sangat panjang didistribusikan secara online dengan cara multiplex, yaitu "in fragmentary burst of millisecond each” (pentransmisian secara terpisah tetapi secara serempak dalam waktu beberapa mili detik), melalui banyak saluran komunikasi yang berbeda-beda.

Untuk apa dan melawan apa lalu lintas komunikasi dibuat serumit itu? KGB (Intelijen Uni Soviet) kurang begitu berhasil dalam pengumpulan informasi melalui agen-agennya, sehingga mereka mengalihkan kegiatan spionase-nya ke kegiatan intelijen komunikasi.

Sejak tahun 1950-an Soviet telah memasang mini-mikes (mikrofon mini) atau disebut pula bugs, di gedung perwakilan USA di Moscow, yang dipasang di dalam dinding oleh para pekerja berkebangsaan Uni Soviet sewaktu merenovasi gedung perwakilan USA tersebut, ataupun pada mesin-mesin tik listrik sewaktu dalam transportasi. Bahkan Soviet pernah berhasil memasang mini-mike pada simbol negara “Garuda USA” yang digantungkan di belakang kursi kerja duta besar. Sudah tentu cukup banyak terjadi kebocoran informasi di pihak USA, baik berupa tulisan maupun percakapan yang “berharga” dari para pejabat-pejabat penting perwakilannya di Moscow tersebut. Setelah mata-mata KGB (Intel Uni Soviet) sangat terhambat dalam pengumpulan informasi intelijen, akhirnya Soviet berusaha mengadakan penetrasi ke dalam gedung perwakilan USA melalui emisi-emisi elektronik. Tetapi, CPU memasang anti sadap semaksimal mungkin dalam gedung mereka, untuk menangkal serangan emisi elektronik Soviet.

Perang komunikasi-sandi elektronik tahun 1980 di Moscow tersebut tidak usai sampai di sini saja.

2. Peristiwa Penyadapan Elektronik pada Masa Perang Teluk (1990-1991)

Pada kurun waktu antara April 1990 hingga Mei 1991, lima orang penyadap elektronik (hackers) berbangsa Belanda berhasil menembus sistem komunikasi Amerika di 34 situs militer dalam internet. Mereka menelusuri seluruh ruang-gerak komputer (cyberspace) untuk memperoleh informasi pada waktu pengirimannya (in transit), dalam proses en/dekripsi (in processing) ataupun sudah tersimpan (in storage, filed), untuk mencari seluruh teks-teks yang mengandung kata-kata kunci seperti nuclear, missiles dan weapons. Bahkan, mereka berhasil memperoleh informasi mengenai lokasi pasukan Amerika, persenjataannya, kemampuan missile-nya dan gerakan-gerakan kapal-kapal perangnya di Teluk Arab (The Gulf War).

Walaupun kelima hackers tersebut kemudian dapat diidentifikasi, tetapi mereka tidak dapat dituntut di depan pengadilan, karena pada waktu itu, di Negeri Belanda “hacking” belum dianggap sebagai sebuah tindak kejahatan. Informasi yang mereka peroleh telah dicoba ditawarkan kepada Saddam Hussein melalui perantara, tetapi Saddam menolaknya.

Sementara pada bulan Mei 1991 Saddam Hussein memperoleh ratusan informasi intelijen mengenai militer dan politik dari seorang arsiparis Kementerian Luar Negeri Jerman, termasuk surat-surat antara Presiden Bush (USA) dan Kohl (Jerman) mengenai rencana gerakan-gerakan dan persenjataan Amerika di Jerman.

Kedua kisah tersebut di atas merupakan contoh kasus dari apa yang dinyatakan oleh John Alger dari School of Information Warfare and Strategy at National Defence University:

Information Warfare consists of those actions intended to protect, exploit, corrupt, deny or destroy information or information resources… “, bahwa persandian terlibat dalam information warfare. Walaupun tidak tampak penampilannya, tetapi cukup signifikan dalam mengamankan (protect) dan memperoleh (exploit) informasi, khususnya yang bersifat rahasia.

3. Pearl Harbour

Sosialisasi Serangan Jepang ke Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 merupakan sukses besar Jepang, karena mampu menutup pemberitaan rahasia mengenai rencana dan persiapan menjelang D-day. Mengapa terjadi? Padahal sebelumnya Amerika telah berhasil memecahkan sandi-sandi Jepang, sehingga Amerika memiliki informasi-informasi penting dan rahasia. Rupanya pada 4 Desember 1941 menjelang serangan Pearl Harbor, Jepang telah mengganti sistem sandinya dengan tipe super encipherment, sistem sandi yang lebih kuat. Amerika baru berhasil memecahkannya pada 8 Desember 1941, sehari setelah serangan Pearl Harbor.

Kekalahan Pearl Harbor yang mulai melibatkan Amerika dalam Perang Dunia II itu dapat ditebus dengan "Pertempuran laut di Midway” bulan Juni 1942. Midway merupakan titik balik kemenangan Jepang di Pasifik. Berdasarkan berita-berita hasil pemecahan sandi Jepang, Amerika mempunyai gambaran jelas dan lengkap mengenai besar dan kekuatan serta posisi-posisi Jepang. Walaupun analisa bagian Intelijen juga mendekati kenyataan, namun informasi hasil penyadapan dan kriptanalisa dianggap lebih faktual dan lebih mantap untuk dipakai sebagai dasar tindakan selanjutnya.

Pra informasi tersebutlah yang menghasilkan kemenangan gemilang terhadap armada Jepang yang dalam pertempuran Midway tersebut kehilangan 4 kapal induk, yang mengurangi kekuatan samudera Admiral Yamamoto di Pasifik. Setelah Pearl Harbor dan Midway, masalahnya adalah bagaimana menutup kenyataan bahwa Amerika telah dapat memecahkan sandi Jepang, sebab sebelum Amerika mampu menempatkan kekuatan adalah diketahuinya oleh Amerika mengenai Order of Battle lawannya melalui penyadapan serta pemecahan sandi.

Dalam pemilihan presiden tahun 1944, Thomas Dewey, seorang calon, dapat diyakinkan oleh pihak militer agar tidak menggunakan affair Pearl Harbor (keterlambatan pemecahan sandi Jepang) dalam kampanyenya agar Jepang tidak mengetahui bahwa Amerika telah beberapa lama menguasai sandinya.

4. Serbuan Jerman ke Yugoslavia

Awal Perang Dunia II Adolf Hitler dapat menduduki Yugoslavia dalam waktu yang relatif singkat, yang tidak diduga sebelumnya, mengingat letak geografisnya yang berbukit-bukit. Apa sebabnya Hitler berhasil dengan gemilang? Karena tentara Jerman telah mendapat informasi lebih dulu tentang daerah yg akan diserbunya seperti; Zagreb, Sarajevo dan Beograd.

Jauh sebelum aksinya tersebut tahun 1940-an, Jerman mengirim orang-orangnya menyamar sebagai sipil untuk mengadakan intersepsi berita-berita Yugoslavia dan pemecahan sandinya. Informasi yang didapat adalah yang up to date dan terpercaya mengenai gerakan tentara Yugoslavia.

Setelah menduduki Yugoslavia, Jerman tetap mengadakan penyadapan dan analisa sistem sandi kaum gerilya Yugoslavia. Sehingga Jerman pun mengetahui hubungan yg kurang baik antara Tito dengan kalangan Amerika dan Inggris.

5. Fernmeldeaufklarung (Radio Intelligence) Jerman

Pertengahan 1942, Jenderal Rommel dapat menguasai peperangan di Afrika Utara, berkat bantuan informasi dari Fernmelde aufklarung dibawah pimpinan Kapten Seebohm. Kompi tersebut menyadap semua pemancar Sekutu, dan mendapatkan berita-berita bahkan percakapan-percakapan yang melalui saluran perhubungan radio Sekutu.

Pada Juni 1942 tersadap pembicaraan radio-teleponi antara Brigade India ke-29 (29th Indian Brigade) dan Divisi Lapis Baja ke-7 (7th Armored Division). Isinya menyatakan pasukan Sekutu yang berada di benteng El Adem bermaksud menyerang suatu pasukan Jerman malam itu. Informasi itu diteruskan kepada Rommel, dan serangan Sekutu menemui kegagalan total, bahkan El Adem jatuh ditangan pasukan Jerman.

Gugurnya Kapten Seebohm pada 1 Juli 1942 dalam suatu pertempuran dan jatuhnya dokumen-dokumennya ke tangan Sekutu membuka mata, bahwa selama ini berita-berita mereka (termasuk rencana operasi) diketahui oleh pihak Jerman.

Selekasnya 8th Army mengambil tindakan pengamanan, yaitu:
a. cara pemakaian callsign disempurnakan,
b. disiplin persandian diperketat,
c. radio teleponi memakai sandi,
d . menggunakan berita berita palsu (dummy messages), serta
e. menciptakan jaringan perhubungan palsu (fake) di sektor selatan.
6. U – boat (kapal selam) Jerman

Pada masa Perang Dunia II U-Boat Jerman selalu berhasil mencegat dan menenggelamkan banyak kapal Sekutu yang bergerak di Atlantik. Ada semacam "standing of order" dari Marine Jerman bahwa setiap U-Boat sebelum tertangkap lawan harus "memusnahkan diri" dahulu untuk menghilangkan informasi. Dokumen harus dihancurkan dan kapal harus dirusak atau ditenggelamkan setelah itu awak kapal menyelamatkan diri.

Namun saat terjadi di Afrika Barat pada 4 Juni 1944 sebuah U-505 dapat dicegah untuk "memusnahkan diri" dan berhasil tertangkap utuh oleh Sekutu. Kapal ditarik ke Bermuda, setelah diselidiki diantaranya terdapat dokumen sandi. Sementara Marine Jerman yakin bahwa tidak ada satu dokumen pun dapat jatuh ke tangan lawannya, sehingga tidak berupaya mengadakan perubahan sistem sandi. Dengan jatuhnya dokumen sandi Jerman ke Sekutu itu, maka berita komunikasi antar kapal selam Jerman dimanapun dapat diketahui oleh Sekutu.

Diketahui terdapat kekurangan pada sistem perhubungan mereka, yaitu disiplin radio kurang ditaati, misalnya: mereka menggunakan untuk melaporkan sakit gigi, memberi salam kepada teman yang berulang tahun dan lain-lain berita di luar kedinasan. Sehingga mereka banyak "on the air" dan memberi kemungkinan lebih banyak disadap. Farago dalam studinya mengenai Battle of Atlantic: the Allies won the U-boat war and Germany lost it because they talked too much.

7. SEZIONE 5 (Italy) dan BLACK CODE Amerika

Dengan petunjuk Servizo Informazione Militare cq Seksi Sandi Sezione 5, tentang kunci kombinasi almari (safe) Atase Amerika, seorang pelayan Itali yang berdinas di kedutaan selama 20 tahun, berhasil membuka safe yang menyimpan bahan-bahan sandi antara lain Black Code. Setelah difoto, dokumen tersebut dikembalikan seperti semula, sehingga Atase Militer dan Duta Besar tidak menyadari adanya pencurian tersebut.

"Dengan kejadian itu, kami berhasil membaca semua korespondensi Duta Besar Amerika sejak tanggal 30 September 1941...” tulis Menteri Luar Negeri Itali, Ciano dalam buku hariannya. Dengan Black Code, Itali dan Jerman dapat mengetahui Order Of Battle Sekutu di Afrika Utara, sehingga Jenderal Rommel yang sudah terdesak mundur, dapat menyerang balik sejauh 300 mil dalam waktu 17 hari.

8. Mata-Mata CYNTHIA

CYNTHIA nama samaran dari Miss Amy Elizabeth Thorpe, wanita Amerika yang karir spionasenya mulai usia 30 tahunan, bukan untuk uang, melainkan karena jiwa petualangannya. Tahun 1940-1941, bekerja untuk British Security Coordination (BSC), lalu ditugaskan untuk mendapatkan sistem sandi Angkatan Laut Itali.

Cynthia berkenalan dengan Atase Laut Itali di Washington, Admiral Alberto Lais. Dalam beberapa minggu Lais dapat dikuasai dengan sexual charm, lalu Cynthia langsung minta sistem sandi Angkatan Laut Itali. Lais memperkenalkan pejabat sandinya dan dengan uang suap ia dapat memfoto bahan sandi tersebut. Hasilnya terasa pada akhir bulan Maret 1941, saat satu skuadron kapal Itali hendak mencegat pengiriman pasukan Inggris ke Yunani. Admiral Cunningham (Inggris) tanpa ragu-ragu menggempurnya sekalipun pihak ltali mengadakan pertahanan yang cukup, empat kapal Itali berhasil ditenggelamkan.

Tugas berikutnya di Perwakilan Perancis, yang berkuasa adalah Pemerintah Vichy, yang tidak menguntungkan pihak Sekutu. Menyamar sebagai wartawati Cynthia berkenalan dengan Atase Pers, CH. Brousse. Setelah Brousse terjaring dalam asmaranya, Cynthia lalu mengaku sebagai mata-mata Amerika, dan membujuknya untuk bekerja bagi Perancis "yang benar", dan bukan untuk Pemerintah Laval.

Brousse merespon dan tidak lama kemudian, Cynthia mendapatkan kawat masuk dan keluar dengan tambahan laporan Brousse sebagai pelengkap. Masih di lingkungan Perwakilan Perancis, Washington, BSC menugaskan kembali Cynthia untuk menguasai sistem sandi Angkatan Laut Perancis. Usaha Cynthia pertama kali gagal sewaktu ia minta pertolongan Brousse, karena Kamar Sandi perwakilan sangat ketat, bahkan pendekatan terhadap pejabat sandi tidak menghasilkan apapun juga.

Cynthia berganti taktik, berdua dengan Brousse, mereka datang pada suatu malam ke Perwakilan Perancis, dan menerangkan kepada penjaga malam bahwa Cynthia tidak mendapatkan akomodasi penginapan, satu alasan yang masuk akal, karena pada waktu itu Washington memang kekurangan hotel. Apakah mereka diijinkan menghabiskan malam di Perwakilan? Dengan persenan sekedarnya, mereka dapat kamar di Lantai I. Permintaan seperti itu diulangi beberapa kali sampai mereka kenal penjaga malam itu dengan baik sekali.

Pada suatu malam, bulan Juni 1941 Cynthia dan Brousse datang dengan taksi dalam keadaan pura-pura mabuk, sambil menghadiahkan champagne kepada penjaga malam, tidak lama kemudian penjaga malam itu mabuk dan tertidur. Sopir taksi yang ternyata seorang ahli kunci dari BSC segera turun dan mengerjakan kunci kamar sandi dan almari besi tempat menyimpan bahan-bahan sandi. Tiga jam kemudian baru didapatkan kombinasi safe tersebut, tetapi waktu tidak mengijinkan untuk mengcopy, terpaksa ditunda dua hari kemudian.

Cynthia dan Brousse datang lagi ke Perwakilan untuk menginap, dan kali ini mereka harus lebih hati-hati karena penjaga malam sudah mulai curiga. Benar juga, ketika tengah malam ia tiba-tiba masuk ke kamar Cynthia dan Brousse, namun hanya menemukan mereka tertidur dalam keadaan telanjang. Sang Penjaga menarik diri, dengan perasaan lega bahwa pasangan itu hanya manusia biasa dan bukan oknum yang harus dicurigai. Begitu terlepas dari perhatian penjaga, mereka membuka jendela dan memasukkan ahli kunci untuk membuka almari besi. Dokumen dibawa keluar oleh agen BSC untuk di-foto copy di dekat Perwakilan dan pada jam 04.00 pagi semua dokumen sudah dalam keadaan seperti semula, hanya fotocopy bahan-bahan sandi mulai perjalanannya ke Inggris.

Pemecahan sandi Angkatan Laut Perancis kemudian sangat membantu, antara lain pada pendaratan Armada Sekutu di Afrika Utara, karena berita-berita sandi lawan yang dapat terkupas menunjukkan posisi dan keadaan Perancis Vichy di Toulon, Casablanca, dan Alexandria.

9. Sandiman T. KENT

Sandiman T. KENT telah melakukan kebocoran di Kedubes AS di London. Menurutnya ada komplotan Yahudi yang akan menyeret AS dalam peperangan, maka untuk menghindar dari bencana perang tersebut ia langsung membantu lawan-lawannya dengan memberikan salinan kawat kepada Pro-Nazi, sehingga Jerman dapat membaca korespondensi kawat rahasia antara PM Inggris Winston Churchil dan Presiden AS F.D. Roosevelt.

Kebocoran akhirnya diketahui oleh Scotland Yard pada 20 Mei 1940. Lalu kamarnya diggeledah dan didapati 1500 copy dokumen, kebanyakan kawat, serta duplikat kunci kantor dan kamar sandi perwakilan.

Akibat kebocoran tersebut, hubungan sandi diplomatik AS terhenti, justru pada saat yang penting, yaitu hari-hari Dunkirk dan jatuhnya Perancis. Enam minggu kemudian hubungan sandi pulih kembali setelah kurir-kurir istimewa dikirim ke semua perwakilan Amerika di seluruh dunia untuk mengantarkan sistem sandi baru.
10. Mesin Sandi M-134 C SIGABA-GABA

Pada tahun 1945 kriptolog Amerika W. Friedman memperkenalkan mesin sandi M-134 C atau juga SIGABA-ABA (ABA), kriptografisnya kuat dan menurut Jerman setelah usai perang memang belum dapat terkupas. Apabila mesin tersebut jatuh ke tangan lawan, maka akan menghilangkan kekuatannya.

Cara pengamanan ABA sangat diperhatikan, bahkan tidak ada barang lain di front yang mendapat perlakuan seketat ABA. Tiap malam mesin dipindahkan ke garis belakang dalam pengawasan khusus, dan jika dalam keadaan tidak dipakai mesin disimpan dalam safe tersendiri dan rotor-rotor untuk setting kunci di safe lain.

Sosialisasi Suatu malam 3 Februari 1945 dalam rangka pemindahan mesin sandi dari satu tempat ke tempat lain, dua orang pengawas ABA membawa tiga safe dengan truk di Colmar, Perancis. Di tengah jalan mereka mampir di rumah seorang kenalan wanita, namun saat mereka keluar hendak meneruskan perjalanan, truk tidak tampak lagi.

Segera Counter Intelligence mulai digerakkan. Daerah sekitarnya diselidiki, tetapi yang ditemukan hanya trailer-nya saja di luar kota dalam keadaan kosong tanpa safe dan tanpa mesin sandi. Eisenhower beserta staf keamanan dan staf sandi panik, jika mesin itu hilang dan jatuh ke tangan lawan, strategi Sekutu di Eropa yang tersusun baik dan tinggal pelaksanaannya, akan berantakan, karena informasi-informasi strategi ada didalam sistem-sistem mesin itu. Merubah rencana tidak mungkin lagi, karena menyangkut ratusan personil dan logistik dalam jumlah yang sangat besar. Dengan mengetahui sejumlah logistik itu saja sudah cukup mendapatkan gambaran akan adanya rencana serangan secara besar-besaran itu.

Eisenhower menugaskan Jenderal Devers, selaku Komandan 6 Army Group, untuk mencari safe tersebut. Selanjutnya pelaksanaan di lapangan diserahkan kepada Kolonel Erskin selaku Kepala Counter Intellligence. Ia segera mencari informasi di kalangan kaum anti-Nazi di Swiss, apakah ada indikasi kaum Nazi bergembira karena mereka mendapat informasi melalui sandi ? Jawabannya Tidak.

Pesawat terbang Liaison dikerahkan, terbang rendah di sekitar tempat kehilangan. Tidak tampak adanya truk, pengecekan lalu lintas pun tidak menghasilkan apapun. Tiap hari Eisenhower mengecek terus ke Devers, lalu Devers ke Erskin, dan seterusnya. Setelah tiga minggu Tim Khusus dari Counter Intelligence Amerika dan Perancis ditunjuk untuk menanggulangi kehilangan itu, mereka pun gagal.

Pada suatu hari Erskin mendapat informasi dari sumber-sumber Perancis bahwa ada dua safe dalam sebuah sungai Giesen dekat Celsar. Namun ketiga safe tidak ditemukan, lalu sungai diselidiki tepi dan dasarnya dengan penyelam, bahkan sungai dikeringkan dengan cara membendung. Akhirnya ditemukan juga ketiga safe itu didalam lumpur dalam keadaan utuh, menurut penilaian pada waktu itu. Legalah perasaan para-jenderal dan para perwira intelijen yang selama enam minggu dalam keadaan tegang dan cemas.

11. FORTITUDE (Aksi Desepsi Inggris Terhadap Jerman)

Sukses pendaratan Sekutu di Normandia karena dibantu oleh Communication Intelligence. Untuk mengalihkan perhatian Jerman dari tempat pendaratan yang direncanakan, Eisenhower membuat suatu “cover plan" dengan nama FORTITUDE. Berita-berita radio kepada gerakan bawah tanah di kontinen Eropa disiarkan dari Headquarter palsu di Dover.

Beberapa perahu tiruan ditempatkan di dekat Cinq Portes. Sinyal radio terus mengudara seolah-olah sibuk berhubungan dengan kesatuan 4th Army Scotlandia. Penyamaran tersebut bertujuan agar Jerman memperhitungkan pendaratan Sekutu akan dilakukan dari Dover ke Calais, yang merupakan jarak penyeberangan terdekat dari Inggris ke Kontinen, sesuai perhitungan Hitler, Sementara 4th Army menyiarkan berita-berita palsu tentang rencana pendaratannya.

"Hasilnya sangat memuaskan, lawan kita masuk perangkap", kata Churchil. Pendaratan di Normandia memang sangat mengejutkan pihak Jerman.

12. Communicationship LIBERTY

Sosialisasi Pada bulan Juni 1967, terjadi insiden serangan Israel terhadap kapal komunikasi Amerika USS LIBERTY saat perang Arab – Israel pada jarak kira-kira 12 mil dari Pantai Sinai. Israel menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi karena "pilot error". Karena kebanyakan pesawat radio dalam pertempuran bekerja pada frekuensi gelombang pendek dan jarak pendek, maka USS LIBERTY terpaksa berlayar dekat pantai sehingga terjadilah insiden tersebut. Menurut sumber resmi Amerika, bahwa kapal Liberty berfungsi menjalankan tugas sebagai relay station untuk membantu evakuasi warga negara Amerika dari daerah peperangan.

Namun itu hanyalah ”cover story" belaka, karena untuk menjalankan tugas tersebut perlengkapan yang ada di atas kapal itu terlalu berlebih-lebihan. Dengan perlengkapannya, USS LIBERTY dapat menentukan dengan tepat lokasi radar dan misil pihak Arab, dapat pula mendengarkan pemberitaan pos-pos komando pihak Arab maupun Israel di daerah pertempuran. Jadi jelaslah tugas utama kapal itu adalah untuk mengetahui sebanyak-banyaknya tentang persenjataan Uni Sovyet yang digunakan dalam peperangan itu.

13. Kapal PUEBLO Amerika di Pantai Korea Utara

Pada Januari 1968 kapal USS PEUBLO ditangkap oleh Korea Utara saat mendekati pantai negara tersebut. Kapal tersebut mempunyai peralatan untuk melakukan monitoring dan pengiriman berita biasa dan rahasia ke seluruh pesawat terbang dan kapal selamnya.

Jatuhnya PUEBLO ke tangan Korea Utara memberi kesempatan bagi negara komunis tersebut untuk meneliti cara-cara Amerika mengumpulkan berita rahasia lawannya. Pemerintah AS menyatakan bahwa mesin sandi yang ada di kapal itu telah dihancurkan. Namun kejadian tersebut dianggap sangat merugikan Amerika. Setelah penangkapan itu, Amerika mengancam dan mengirimkan kapal induk USS ENTERPRISE dengan seratus buah pesawat tempur dan bom.

Selanjutnya Presiden Johnson mengajukan protes keras atas kejadian itu dan menyerukan agar Korea Utara menyadari akan gentingnya situasi yang ditimbulkannya. Amerika segera mengganti sistem sandinya, sekalipun belum dapat dipastikan apakah Korea Utara dapat mengupasnya atau tidak.

14. MITCHEL dan MARTIN Affair

Pada musim gugur tahun 1960, dua orang ahli kripto-matematika Amerika Mitchel, B.F dan Martin, W.H. mendapatkan cuti tahunan untuk berlibur ke rumah orang tuanya di Westcoast. Tetapi mereka tidak pergi ke sana, melainkan langsung ke Mexico lalu terus ke Havana, Cuba dan dari situ menuju Rusia. Di Wisma Press Moscow mereka menjelaskan bahwa larinya mereka disebabkan antara lain :

"Sangat kecewa dengan cara Amerika mengumpulkan informasi intelijen yang melanggar batas udara bangsa-bangsa lain dan menyembunyikan praktek itu terhadap rakyat Amerika, bahkan melakukan intersepsi dan analisa terhadap sandi negara-negara kawan. Amerika juga menggunakan orang setempat sebagai agen-agennya terhadap negara orang itu sendiri".

Yang sangat merugikan Amerika adalah keterangan kedua ahli itu tentangi kegiatan Amerika dalam komunikasi. Diungkapkan juga bahwa pusat persandian Amerika NSA menggunakan kira-kira 2000 stasiun radio yang tersebar di seluruh dunia, serta dengan 10.000 orang personilnya NSA menyediakan sistem-sistem sandi diplomatik dan militer, bagian risetnya telah berhasil memecahkan sandi negara-negara tertentu. Dengan ungkapan M & M tersebut, negara-negara yang merasa terkena sandinya segera memeriksa dan menggantinya, yang sudah tentu menutup sumber informasi bagi Amerika.
 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger